This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 22 September 2015

TUGAS 1

GEDE NGURAH YOGA PRAMANA / 1404505078
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
MANAGEMEN JARINGAN SERVER
I PUTU AGUS EKA PRATAMA, ST. 




Image result for cloud computing





Definisi Cloud Computing

Cloud Computing secara harfiah diartikan sebagai : “Cloud = awan” dan “Computing = menghitung” jadi cloud computing diartikan langsung sebagai “menghitung awan”.  Hehehe itu adalah pengertian yang sering dipahami oleh orang awam. Namun sebenarnya bukan itu yang dimaksud dengan “cloud computing”.  Jika menurut wikipedia “Cloud computing adalah penggunaan sumber daya komputasi (hardware dan software) yang diwujudkan dalam bentuk layanan yang bisa diakses melalui jaringan (biasanya internet). Asal kata “cloud” diambil dari penggunaan simbol berbentuk awan yang sering digunakan sebagai abstraksi penggambaran infrastruktur kompleks yang dikandungnya dalam sebuah sistem.“

Namun definisi yang diberikan wikipedia tersebut tidak sejalan dengan layanan yang saat ini diberikan oleh Cloud Computing Service Provider (atau lebih sering disebut CCSP) atau sering tidak sejalan dengan pemahaman dari perspektif perusahaan yang mengakses layanan cloud computing. Sebagai contoh; pada bulan Juni 2009, Verizon mengumumkan layanan barunya untuk delivery cloud computing services yang bisa diakses melalui jaringan MPLS.  Dalam hal ini metode pengaksesan cloud computing tidak melalui internet namun melalui layanan WAN dari Verizon. Dengan pengaksesan layanan melalui WAN maka user dari cloud computing tersebut bisa mendapatkan tingkatan delay dan paket loss yang lebih kecil, terukur dan bisa lebih digaransi. Pendekatan pada case verizon ini merefer pada salah satu tipe arsitektur yang disupport oleh cloud computing yakni private cloud computing. Namun secara simple dapat dikatakan bahwa dengan adanya sumber daya komputasi (hardware dan software) yang bisa diakses melalui jaringan berarti sebuah perusahaan atau individu tidak perlu lagi terhambat hardware atau pun software jika membutuhkan alokasi komputasi. Perusahaan bisa menyewa tanpa harus memiliki dan bisa menggunakan kapanpun dan dimanapun selama bisa terkoneksi dengan jaringan.

Syarat Cloud Computing

1. Layanan bersifat "On Demand", pengguna dapat berlangganan hanya  yang dia butuhkan saja,  dan  membayar  hanya  untuk  yang  mereka  gunakan  saja. Misalkan sebuah layanan menyediakan 10 fitur, user dapat berlangganan 5 fitur saja dan hanya membayar untuk 5 fitur tersebut.

2. Layanan  bersifat  elastis/scalable,  di  mana  pengguna  bisa  menambah  atau  mengurangi jenis  dan  kapasitas  layanan  yang  dia  inginkan  kapan  saja  dan  sistem  selalu  bisa mengakomodasi perubahan tersebut.

3. Layanan  sepenuhnya  dikelola  oleh  penyedia/provider,  yang  dibutuhkan  oleh  pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.

Manfaat Cloud Computing Serta Penerapan Dalam Kehidupan Sehari – hari

Setelah penjabaran definisi singkat diatas tentu penggunaan teknologi dengan sistem cloud cukup memudahkan pengguna selain dalam hal efisiensi data, juga penghematan biaya. Berikut manfaat manfaat yang dapat dipetik lewat teknologi berbasis sistem cloud.

1. Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.

2. Keamanan Data
Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.

3. Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.

4. Investasi Jangka Panjang
Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.
Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows Azure dsb. Di kancah nasional sendiri penerapan teknologi Cloud juga dapat dilihat melalui penggunaan Point of Sale/program kasir.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan produknya berbasis dengan sistem Cloud adalah DealPOS. Metode kerja Point of Sale (POS) ini adalah dengan mendistribusikan data penjualan toko retail yang telah diinput oleh kasir ke pemilik toko retail melalui internet dimanapun pemilik toko berada.  Selain itu, perusahaan telekomunikasi ternama nasional, Telkom juga turut mengembangkan sistem komputasi berbasis Cloud ini melalui Telkom Cloud dengan program Telkom VPS dan Telkom Collaboration yang diarahkan untuk pelanggan UKM (Usaha Kecil-Menengah).
Tiga model layanan pada Cloud Computing yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan keperluan user meliputi :

1. IAAS
IAAS (infrastructure AS A Service) atau Cloud IAAS merupakan jenis layanan pada Ccloud computingyang menekankan padapenyediaan sarana jaringan komputer, perangkat keras jaringan, komputer server, media penyimpanan, prosesor, serta proses virtualisasi yang menunjang proses komputasi. Contoh penyedia layanan Cloud IAAS yang dapat diakses secara online adalah Amazon Web Service (http://aws.amazon.com/free/). Dan contoh aplikasi open source adalah Apache Open Stack (http://cloudstack.apache.org/). Karakteristik IaaS :
- Sumber Daya didistribusikan sebagai sebuah layanan,
- Memungkinkan untuk skala dinamis,
- Memiliki biaya variabel, model utilitas harga,
- Secara umum mencakup beberapa pengguna pada satu bagian dari perangkat keras.

2. PAAS
PAAS (Platform As A Service) atau Cloud PAAS merupakan jenis layananpada cloud computing yang memfokuskan pada penyediaan platform untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak secara cepat dan mudah. Contoh layanan online berbasis cloud PAAS adalah Amazon Web Service(http://aws.amazon.com/). Dan contoh aplikasi open source adalah Flynn (https://flynn.io/). Karakteristik PaaS
Ada beberapa  yang berbeda mengambil apa  yang merupakan PaaS tetapi beberapa karakteristik dasar termasuk :
- Layanan  untuk  mengembangkan,  menguji,  menyebarkan,  host  dan  memelihara aplikasi dalam lingkungan pengembangan terintegrasi yang sama. Semua layanan yang bervariasi yang diperlukan untuk fulfilthe proses pengembangan aplikasi.
- Alat  antarmuka  pengguna  Web  penciptaan  sistem  indeks  rekomendasi  berguna untuk membantu  membuat,  memodifikasi,  menguji  dan  menggunakan  skenario  Yang berbeda UI.
- Multi-penyewa  arsitektur  dimana  beberapa  user  bersamaan  memanfaatkan
pengembangan aplikasi yang sama.
- Dibangun  pada  skalabilitas  Software  yang  digunakan  termasuk  load  balancing  dan failover.
- Integrasi dengan layanan web dan database melalui standar umum.
- Dukungan  untuk  kerjasama  pengembangan  tim, beberapa  solusi  PaaS  meliputi perencanaan proyek dan alat komunikasi.Alat untuk menangani manajemen penagihan dan berlangganan.
PaaS, yang serupa dalam banyak cara untuk Infrastruktur sebagai Layanan yang akan dibahas di  bawah  ini,  dibedakan  dari  IaaS  dengan  penambahan  layanan  nilai  tambah dan  datang dalam dua rasa yang berbeda :
- Platform  kolaboratif  untuk  pengembangan  perangkat  lunak,  berfokus  pada  alur  kerja manajemen  terlepas  dari  sumber  data  yang  akan  digunakan  untuk  aplikasi.  Contoh dari pendekatan  ini  akan  Heroku,  sebuah  PaaS  yang  memanfaatkan  bahasa pengembangan Ruby on Rails.
- Sebuah platform yang memungkinkan untuk menciptakan perangkat lunak menggunakan data  dari  aplikasi.  PaaS  hal  semacam  ini  dapat  dilihat  sebagai  metode  untuk membuat aplikasi  dengan  bentuk  umum  atau  jenis  data. Contoh  semacam  ini  akan menjadi platform  yang  digunakan  oleh  Force.com  dari  Salesforce.com  yang  digunakan secara eksklusif untuk mengembangkan aplikasi yang bekerja dengan CRM Salesforce.com.

3. SAAS
Software As A Service merupakan teknologi cloud computing yang diberikan bersamaan dengan pemakaian perangkat lunak (aplikasi). Umumnya disajikan dalam bentuk layanan tatap muka web (website). Contoh layanan online berbasis cloud SAAS adalah layanan e-mail dari yahoo (http://mail.yahoo.com). Karakteristik SaaS Seperti bentuk-bentuk lain dari Cloud Computing, penting untuk memastikan bahwa solusi dijual sebagai SaaS pada kenyataannya sesuai dengan  definisi  yang berlaku umum Cloud Computing.
Beberapa karakteristik mendefinisikan SaaS meliputi :
- Web akses ke perangkat lunak komersial,
- Software adalah dikelola dari satu lokasi pusat,
- Perangkat lunak yang diberikan dalam "satu untuk banyak" model,
- Pengguna tidak diperlukan untuk menangani upgrade perangkat lunak dan patch,
- Application  Programming  Interface  (API)  memungkinkan  integrasi  antara  bagian  yang berbeda dari perangkat lunak.
NIST (National Institute of Standar and Technology) membagi model deployment dari cloud computing menjadi empat model yaitu :

1. Private Cloud
Dimaksudkan sebagai model deployment cloud computing yang ditunjukan untuk kalangan terbatas pada kalangan tertentu saja (private). Dengan meliki tujuan utama untuk hemat biaya, privasi, dan latar belakang pengguna. Dan kelebihan model ini ialah hemat biaya, relatif lebih aman, tidak bergantung pada penyedia layanan cloud luar, dan proses bisnis layanan bersifat lebih sederhana. Kekurangan dari model ini adalah memerlukan tenaga, tidak cocok digunakan oleh user yang tidak mengerti teori teknis jaringan komputer dan cloud computing, serta tidak cocok untuk organisasi atau perusahan yang bersifat publik dalam meletakan data di internet.

2. Public Cloud
Merupakan model deployment dimana cloud computing diletakan pada lokasi publik, sehingga layanan data, dan informasi di dalamnya dapat digunakan dan dibagikan  dengan mudah ke seluruh user. Kelebihan public cloud adalah sangat mudah untuk digunakan, tidak perlu terlau meikirkan penyediaan infrastruktur. Selain itu data dengan mudah disimpan di storage cloud internet dan mudah dibagikan pe user lain karena jaringan publik, serta tidak perlu bergantung kepada tenaga IT dalam perusahan/organisasi. namun model ini memiliki kekurangan berupa biaya yang besar, perlu kewaspadaan untuk penyimpanan di internet, layanan bergantung pada internet serta penyedia layanan cloud.

3. Community Cloud
Merupakan model deployment pada cloud computing yang dibangun oleh satu atau beberapa buah komunitas dengan tujuan, visi dan misi yang sama. Model ini mirip dengan private cloud namun dalam penerpannya community cloud tidak selalu di dalam ranah private (intranet) tetapi juga di ranah publik (internet), bahkan memberikan akses kepada publik/ orang lain selain anggota komunitas bersangkutan. Community cloud memiliki tujuan untuk memudahkan komunitas dalam berbagi data/informasi, menyatukan komunitas,  dan sebagai upaya untuk menyediakan layanan bersama untuk komunitas itu sendiri maupun publik. kelebihan dari model ini adalah layanan dapat dinikmati dengan baik sesuai kebutuhan komunitas bersangkutan, memberikan kontribusi kepada masyarakat, dan pekerjaan lebih cepat dan terorganisir dengan baik melalui kekuatan komunitas. Sedangkan kekurangannya ialah model ini bergantung pada kelangsungan komunitas serta ketaatan terhadap SLA yang ditetapkan yang bisa mempengaruhi berupa kerugian terhadap bisnis yang dijalankan dengan menggunakan community cloud.

4. Hybrid Cloud
Model deployment cloud computing yang merupakan gabungan dari private cloud dan public cloud. Dalam model ini diberlakukan aturan atau SLA yang merujuk pada data mana saja yang diletakan di media penyimpanan public cloud dan data mana saja yang diletakan di penyimpanan private cloud. Hal ini memiliki tujuan untuk memudahkan manajemen dan keamanan data dimana menggabungkan kelebihan dari private cloud dan public cloud.
Istilah IOT mulai populer sejak Asthon mempublikasikannya di tahun 2009 sebagai bentuk dari perubahan dunia IT akibat adanya internet. Internet Of Things (IOT) secara umum didefinisikan sebagai teknologi yang memungkinkan untuk melakukan pengendalian, komunikasi, dan kerja sama berbagai perangkat keras melalui jaringan internet. IOT memudahkan komunikasi antara perangkat lunak dengan perangkat keras karena menggunakan bahasa pemrograman tingkat rendah (bahasa mesin). Bentuk Komunikasi IOT dilakukan dengan koneksi remote melalui jaringan internet/komputer, yang kemudian dianalisa dan dirutekan kembali ke sistem. Pada IOT terdapat empat buah integrasi yaitu :

1. Integrasi benda fisik (things integration).
Terjadi di antara dunia digital dan dunia nyata.

2. Integrasi data (data integrations).
Terjadi di antara dunia digital dan dunia jaringan komputer/internet.

3. Integrasi sematik(sematic integration).
Terjadi di antara dunia jaringan komputer/internet dan dunia nyata.

4. Integrasi pengetahuan (knowlegde integration).
Terjadi di antara pengguna, masyarakat, dan komunitas yang mengembangkan dan memanfaatkan IOT.

Terapan Gabungan Cloud Computing dan Smart City

Cloud Computing dan Smart City dapat digabungkan untuk diimplementasikan bersama. Hal ini disebabkan karena Cloud Computing merupakan salah satu dari lima buah teknologi utama di dalam penerapan Smart City. Banyak sekali teknologi dan bidang lainnya yang menerapkan gabungan antara teknologi Cloud Computing dan Smart City di dalam penerapannya.

1. Enterprise Resource Planning (ERP)
Merupakan sebuah sistem informasi, perangkat lunak, sekaligus framework, yang ditunjukan untuk proses manajemen inventarisasi dan kontrol pada perusahaan, perencanaan distribusi barang, proses produksi barang, keuangn, pemesanan barang, dan sejumlah aktifitas lainnya terkait dengan barang di dalam sebuah industri atau perusahaan, yang dilakukan secara digital.

2. E-Goverment
Merupakan bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintah untuk membantu jalannya proses pemerintahan serta membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas dari layanan publik yang diberikan kepada masyarakat.

3. E-Governance
Adalah bentuk digital dari Governance dari pemerintah atau pemerintah daerah di dalam melakukan pelayanan publik ke masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi.

4. Smart Education
Merupakan salah satu bentuk implementasi dari Smart City, dimana di dalamnya ditekankan pada bidang pendidikan yang lebih pintar dengan memanfaatkan sejumlah teknologi informasi.

5. Intelligence Transport System (ITS)
Merupakan sebuah sistem transportasi pintar yang di dalamnya memanfaatkan kecerdasan buatan. ITS dikelompokkan ke dalam enam buah bidang berbeda oleh ilmuwan bernama Joseph M. Sussman :

1. Advance Traffic Management Systems (ATMS)
Berkaitan dengan proses manajemen trafik di jalan raya, khususnya dalam hal traffic.

2. Advance Traveler Information Systems (ATIS)
Berkaitan dengan travel atau paket perjalanan.

3. Advance Vehicle Control Systems (AVCS)
Berkaitan dengan sistem kendali pada alat transportasi.

4. Commercial Vehicle Operations (CVO)
Merupakan bagian dari Intelligent Transport System (ITS) yang berkaitan dengan ipaya produktivitas armada kendaraan dalam jumlah besar dan bagaimana efesiensi di dalamnya.

Sumber:
SMART CITY BESERTA CLOUD COMPUTING DAN TEKNOLOGI-TEKNOLOGI PENDUKUNGNYA– I Putu Agus Eka Pratama, penerbit Informatika.
http://pusatteknologi.com/pengertian-manfaat-cara-kerja-dan-contoh-cloud-computing.html
http://cio-indo.blogspot.co.id/2011/12/iaas-saas-paas-bagian-1.html

Minggu, 20 September 2015

TUGAS 2

GEDE NGURAH YOGA PRAMANA / 1404505078
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
E-APPLICATION
I PUTU AGUS EKA PRATAMA, ST. 


TUTORIAL INSTALASI LINUX ZORIN DAN PRESTASHOP


Zorin OS adalah distribusi Linux berbasis Ubuntu yang dirancang khusus untuk pengguna baru Linux. Memiliki Interface seperti Windows dan banyak program serupa yang terdapat di Windows. Zorin OS juga dilengkapi dengan sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna menjalankan banyak program Windows.

Sebelum melakukan installasi siapkan DVD Zorin OS 6 atau juga bisa menggunakan booting dari flashdisk.

Langkah 1

Masukkan DVD Zorin OS 6 atau tancapkan flashdisk di komputer maupun laptop kemudian atur bootingnya di Settingan BIOS anda.

Langkah 2

Anda disini dapat memilih antara Live System maupun langsung memilih installer.


note : Live System berguna untuk mencoba apakah laptop support atau tidak.

Langkah 3

Disini anda dapat memilih bahasa untuk installasi.


Langkah 4

Pada langkah ini installer akan mengecek system dan melaporkan kepada anda.



Langkah 5

Langkah ini anda diminta untuk memilih tipe installasi.



note : untuk something alse anda dapat mengedit secara manual partisi yang anda inginkan.

Langkah 6

Setelah langkah di atas anda diminta untuk memilih tempat anda tinggal.



Langkah 7

Pilih layout tpye keyboardnya.

Selanjutnya masukkan nama dan password komputer/laptop jika anda memang menginginkannya. Kemudian tunggu proses installasi sampai selesai dan restart laptop/PC anda. Selesai.




Langkah Instalasi Prestashop

Persiapkan dahulu File Prestashopnya, kalau belum memiliki kita download dulu, klik disini untuk mendownload prestashop.

Jika sudah didownload kita tempatkan filenya di folder /var/www



 Kita pindah ke direktory /var/www



lihat file prestashopnya dengan perintah # ls


 Ekstrak prestashopnya, dengan perintah.



ubah hak aksenya, dengan perintah # chmod -R 777 prestashop



Buka web browser, lalu pada link addres tuliskan "localhost/phpmyadmin", kita buat database dahulu, buat dengan nama prestashop.





Jika kita sudah membuat database, kita ketikkan di link addres "localhost/prestashop", berikut tampilan awal dari prestashop, pada tahap ini kita disuruh memilih bahasa, pilih bahasa sesuai keinginan.



Pada bagian bawah kita centang I agree to the ...... dan I agree to participate...., lalu klik Next.


Secara otomatis prestashop akan mendeteksi paket-paket yang dibutuhkan, bila tercentang semua berarti tidak ada tang salah, langsung saja klik Next.




Pada langkah berikutnya kita masukkan Nama Database , Database login, Database password.



pada bagian bawah masukkan alamat email, ini berguna untuk masuk / login di prestashop ini.  lalu klik Next


 isi sesuai keinginan anda, baik dari shop name, Main actifity, dll, jika sudah lalu klik next.


Tunggu sampai proses install selesai, jika sudah selesai kita akan disuruh untuk menghapus directory install yang ada di directory /var/www/prestashop, ketikkan seperti dibawah ini.



Setelah dihapus kita coba buka di web browser tuliskan "localhost/prestashop", jika tampilannya seperti dibawah ini, berarti prestashop sudah berhasiol di install.


Agar tidak mudah di bobol orang web prestashop kita, kita rubah nama adminya, misal kita tulis seperti dibawah ini.


Kita login, ketikkan di url web browser, localhost/prestashop/admin234


Berikut tampilan awal untuk settingan prestashop.




TUGAS 2 TAMBAHAN

GEDE NGURAH YOGA PRAMANA / 1404505078
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
E-APPLICATION
I PUTU AGUS EKA PRATAMA, ST. 


Definisi E-Commerce dan Empat Elemen Penting di Dalamnya

E-Commerce memiliki beberapa definisi yang berbeda. Istilah dari E-Commerce mulai mincul pada tahun 1990-an melaui adanya inisiatif untuk mengubah pandangan transaksi jual beli dan pembayaran dari cara konvensional ke dalam bentuk digital elektronik berbasiskan komputerdan jugajaringan internet. Disini terdapat beberapa definisi yang berbeda dari E-Comerce, diantaranya:

1. Kim dan Moon (E-Commerce merupakan proses untuk mengantarkan informasi, produk, layanan, dan proses pembayaran melalui kabel telepon, koneksi internet, maupun akses digital yang lainnya.

2. Baorakis, Kourgiantakis, dan Migdalas (bentuk perdagangan barang daninformasi melalui jaringan internet.

3. Quayle (berbagai bentuk pertukaran data elektronik yang melibatkan penjual dan pembeli melalui perangkat mobile.

4. Chaffey (semua bentuk proses pertukaran informasi antaraorgaisasi berbasiskan media elektronik yang terhubung ke jaringan internet.


Empat Elemen Penting yang Terdapat pada E-Commerce

1. Penjual
Pihak penjual dapat berupa pemilik took online maupun sejumlah pelaku usaha.

2. Konsumen
Konsumen merupakan pihak yang memegang peran yang sangat penting di dalam jalannya sebuah E-Commerce. Sebagaimana pasar dan transaksi langsung di dunia nyata, pada E-Commerce pun konsumen adalah raja.

3. Teknologi
Teknologi mencangkup semua Teknologi Informasi terkini yang digunakan di dalam jalannya E-Commerce. Dimulai dari teknologi web, aplikasi mobile, keamanan  transaksi, ERP, CRM, POS, dukungan mata uang dan Bahasa seluruh Negara di dunia, Geographic Information System, dan sebagainya.

4. Jaringan Komputer atau Internet,

Hal terakhir yang sangat penting adalah ketersediaan jaringan internet. Sehingga mampu melayani seluruh pengguna di seluruh dunia. Bayangkan kemudahanyang diberikan oleh E-Commerce. Cukup dengan sebuah computer dan koneksi internet, siapapun dapat menjadi penjual maupun pembeli serta melakukan transaksi jual beli dengan cepat, mudah, murah, dan juga lebuh hemat. Jaringan computer adalah komponen terpenting.

Bentuk-Bentuk E-Commerce

Sebagaimana dengan di dunia nyata yang mana terdapat pasar tempat berremunya penjual danpembeli secara langsung dengan tiga jenis barang yang dijual. Berikut ini adalah bentuk dari E-Commerce berdasarkan bentuk produk yang dijual.  

1. E-Commerce physical Good
E-Commerce physical Good merupakan E-Commerceyang focus di dalam menjual produk barang fisik secara online. Barang-barang ini dapat berupa pakaian, makanan, dan juga peralatan elektronik. Di dalam E-Commerce ini mmerlukan adanya biaya tambahan yang dibebankan kepada pembeli, yaitu untuk biaya kirim dan pajak.

2. E-Commerce Digital Good
E-Commerce Digital Good merupakan E-Commerce yang memfokuskan produkyang dijualnya berupa benda-benda digital, sehingga konsumen dalam hal ini tidak melihat bentuk fisik dari produk yang dibelinya, namun dapat merasakan dan menggunakan produk tersebut. Contoh dari E-Commerceini:

3. E-Comerce Service Good
E-Comerce Service Good merupakan E-Commerce yang khusus menyajikan produk berupa layanan saja. Bentuk E-Commerce ini diperlukan oleh konsumen Yng memerlukan bantuan jasa dan membayar jasa sesuai dengan kebutuhannyadan harga disepakati bersama. Beberapa contohnya seperti E-Commerce Reservasi Tiket, E-Comerece Asuransi, E-Commerce Tutorial.

E-Commerce Berdasarkan Pelaku

E-Commerce dibedakan menjadi tujuh jenis berdasarkan kepada siapa saja pelaku (penjual dan pembeli) yang terlibat di dalamnya, bagaimana interaksi diantara keduannya, serta proses yang terjadi di dalamnnya. Berikut merupakan jenis E-Commerce berdasarkan pelakunnya.

1. E-Commerce Business to Business(B2B)
Yaitu bentuk interaksi E-Commerce secara online yang terjadi antara produsen (perusahaan, industri rumah tangga, penyedia barang dan jasa) dengan distributor (Supplier) dan pengecer.

2. E-Commerce Retail (Business to Customer/B2C)
E-Commerce retail merupakan E-Commerce yang menekankan kepada proses pemesanan, pembelian, dan penjualan jasa atau produk melalui akses internet.

3. E-Commerce Customer to Business(C2B)
E-Commerce C2B merupakan bentuk yang berkebalikan dengan E-Commerce pada umumnnya, dimana konsumen berperan aktif dengan cara memberitahukan kepada khalayak internet mengenai kebutuhannya , untuk kemudian satu atau beberapa buah perusahaan atau layanan produk dan jasa akan mencoba menawarkan produk dan jasannya.

4. E-Commerce Customer to Customer (C2C)
Munculnnya E-Commerce C2C akibat adannya kemajuan teknologi website, sehingga antar pengguna dapat saling berinteraksi satu sama lain dan konten yang disediakan oleh pengguna itu sendiri. Pada E-Commerce C2C tersedia sebuah website E-Commerce dimana pengguna dapat menjual produk dan jasa tersebut.

5. E-Commerce Business to Government (B2G)
Pada E-Commerce B2G pemerintah bekerja sama dengan pihak binis (perusahaan swasta) dalam bentuk penyediaan regulasi (aturan yang disepakati bersama), penyediaan media untuk aplikasi bagi pemerintah dan dunia bisnis, serta pemberian akreditasi untuk website E-Commerce yang digunakan oleh kelompok bisnis untuk kegiatan E-Commerce B2G ini.

6. E-Commerce Government to Business (G2B)
E-Commerce G2B merupakan interaksi yag akan melibatkan transakasi penjualan barang, jasa, maupun, keduannya, dalam skala kecil, menenngah, hingga skala besar. Perantara untuk hubungan antara pemerintah dengan swasta tersebut adalah melalui website, yang dilakukan secara online dan mobile.

7. E-Commerce Government to Citizen (G2C)
E-Commerce G2C merupakan E-Commerce yang melibatkan pemerintah dan masyarakat umum (baik pribadi maupun kelompok, namun bukan dalam bentuk perusahaan). Masyarakat umum dalam hal ini menjadi konsumen dan pemerintah menjadi penjual. Bentuk umum G2C yang sering kita jumpai adalah dalam bentuk E-Commerce lelang berbasiskan webdan mobile. 








Minggu, 13 September 2015

TUGAS 1

GEDE NGURAH YOGA PRAMANA / 1404505078
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
E-Application
I PUTU AGUS EKA PRATAMA, ST. 




Definisi E-comerce, M-comerce, E-bussines dan Sejarah Komputer



Definisi E-Commerce


E-Commerce memiliki beberapa definisi yang berbeda. Istilah dari E-Commerce mulai mincul pada tahun 1990-an melaui adanya inisiatif untuk mengubah pandangan transaksi jual beli dan pembayaran dari cara konvensional ke dalam bentuk digital elektronik berbasiskan komputerdan jugajaringan internet. Disini terdapat beberapa definisi yang berbeda dari E-Comerce, diantaranya:


1. Kim dan Moon (E-Commerce merupakan proses untuk mengantarkan informasi, produk, layanan, dan proses pembayaran melalui kabel telepon, koneksi internet, maupun akses digital yang lainnya.


2. Baorakis, Kourgiantakis, dan Migdalas (bentuk perdagangan barang daninformasi melalui jaringan internet.


3. Quayle (berbagai bentuk pertukaran data elektronik yang melibatkan penjual dan pembeli melalui perangkat mobile.


4. Chaffey (semua bentuk proses pertukaran informasi antaraorgaisasi berbasiskan media elektronik yang terhubung ke jaringan internet.



Definisi M-Commerce

M-Commercejuga memiliki beberapa definisi seperti halnya E-Commerce yaitu sebagai berikut:

1. Mobile Commerce Lab (sebuah bentuk ekspansi dan pengembangan dari E-Commerce ke ranah mobile, yang mana memiliki proses bisnis, teknologi-teknologi terbaru dan layanan service lainnya.

2. Christiane Morris (perkembangan dari E-Commerce yang memberikan kemudahan kepada konsumen melalui perangkat mobile yang dimilikinya dan jaringan wireless.

3. Cory Janssen (bentuk transaksielektronik berbasiskan jaringan wireless, namun lebih mengkhusus kepada mobile.

Definisi E-Business

E-Bussines memiliki beberapa definisi dari berbagai sumber diantaranya:

1. IBM (bentuk transformasi dari Key Business Proces ke dalam pemanfaatan teknologi internet

2. Definisi lain menyatakan bahwa E-Business merupakan bentuk transformasi proses di dalam suatu organisasi untuk mewujudkan Customer Value dengan memanfaatkan teknologi-teknologi computer.

3. E-Business merupakan hal dimana E-Commerce termasuk di dalamnya , terkait dengan proses-proses eksternal yang dilakukannya, namun juga memuat proses internal berupa pengembangan produk inventori, managenen resiko, manajemen sumber daya.




Sejarah Komputer

Sejarah konsep komputer

1822 Charles Babage berhasil menciptakan konsep komputer mekanis pertama yang diberi nama Difference Engine
1937 Dr. John V Atanasoff dan Clifford Berry di tahun tersebut mulai membuat sebuah desain komputer digital elektronik pertama. Alat tersebut kemudian diberi nama ABC (Atanasoff-Berry Computer). Komputer ABC tersebut memiliki kemampuan terbatas yaitu hanya menghitung penambahan dan pengurangan.

Komputer generasi pertama.

1944 Howard Hathaway Aiken membuat sebuah komputer dinamai Mark I. Komputer ini adalah komputer dengan kemampuan hitung digital pertama. Ukuranya yaitu dengan luas 7,45 kaki x 50 kaki dan memiliki bobot sekitar 35 ton. Keunggulan dari Mark I yaitu kemampuanya yang sudah mendukung untuk digunakan menghitung probabilitas.
1946 Komputer Generasi Pertama menggunakan beberapa tabung vakum yang besar dan kompleks seperti crystal diodes, relays, resistors, dan capacitors yang membutuhkan daya listrik sebesar 150 kilowatt. Komputer elektronik pertama yang digunakan untuk umum yaitu ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer). Sudah berbentuk digital, namun belum menggunakan kode biner sebagai prosesnya. Digunakan untuk memecahkan rangkaian lengkap tentang masalah komputasi. Diprogram menggunakan plugboard dan switch, yang sudah mendukung input dan output dari IBM card.

Komputer generasi kedua

1955 – 1960 Komputer Generasi Kedua muncul setelah ditemukannya transistor, yang kemudian mulai mengganti tabung vakum dalam desain komputer. Dengan transistor, daya, panas dan bentuk jauh lebih kecil dibandingkan dengan komputer generasi pertama. Namun, masih jauh lebih besar dengan komputer sekarang ini.
Komputer dengan transistor pertama ini dibuat di University of Manchester pada tahun 1953. Yang paling populer dari komputer transistor generasi kedua ini adalah IBM 1401. IBM juga menciptakan drive pertama (sebuah media penyimpanan) pada tahun 1956, yang dikenal dengan IBM 350 RAMAC.

Komputer generasi ketiga

1960 Penemuan Integrated Circuits (IC) atau dikenal juga dengan microchips, membuka jalan untuk komputer generasi ketiga atau yang kita kenal dengan komputer sekarang ini. Berbentuk jauh lebih kecil dengan generasi komputer sebelumnya, dengan transistor yang lebih banyak dan dibenamkan ke dalam microchips tunggal. Dalam tahap perkembangannya, komputer generasi kedua masih bertahan.
Pertama munculnya minicomputer yang didasarkan pada kedua transistor dan microchips seperti IBM System/360. Komputer ini jauh lebih kecil dan lebih murah daripada generasi-generasi sebelumnya. Sejarah Komputer Generasi Ketiga dikenal sebagai mainframe komputer. Minicomputer dapat dilihat sebagai jembatan antara mainframe dan microcomputer sebagai proliferasi dalam perkembangan komputer.

Komputer generasi keempat

1971 Microchips berbasis Central Processing Unit (CPU) pertama, terdiri dari beberapa microchips untuk komponen CPU yang berbeda. Dorongan untuk integrasi semakin besar dan miniasturisasi dipimpin menuju single-chip CPU, di mana semua komponen CPU yang diperlukan dimasukkan ke sebuah microchips tunggal yang disebut microprocessor. Microprocessor pertama yaitu Intel 4004.
Munculnya microprocessor melahirkan evolusi dari microcomputer, bentuk yang akhirnya akan menjadi komputer pribadi yang kita kenal sekarang ini.

Komputer generasi kelima

Komputer generasi kelima adalah komputer yang kita gunakan sekarang ini dimana pada generasi ini ditandai dengan munculnya: LSI (Large Scale Integration) yang merupakan pemadatan ribuan microprocessor ke dalam sebuah microprocesor. Selain itu, juga ditandai dengan munculnya microprocessor dan semi conductor.

Sejarah jaringan komputer

Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.

Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.

Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun 1979. Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.

Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan. Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini. Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia. Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.

Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.

Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ). Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat. tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan. Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan. Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.


Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992. Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah). Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.